Doa aqiqah dibaca saat rangkaian acara aqiqah. Aqiqah secara
bahasa berarti membelah atau memotong, adapula yang mengartikannya dengan
rambut bayi yang baru lahir dari perut ibunya. Sedangkan arti secara
terminologi atau menurut hukum syariat akikah ialah hewan yang disembelih untuk
anak yang baru dilahirkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah dengan niat dan
syarat-syarat yang ditentukan.
Aqiqah sudah sangat akrab didalam masyakat Islam Indonesia
sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan saat anak lahir dengan mengadakan
syukuran yang didalamnya terdapat pemotongan kambing, memotong rambut dan
mengumumkan nama bayi, serta pengajian.
Hakikat dari kegiatan aqiqah sendiri adalah rasa syukur
orang tua karena telah diberi rezeki berupa anak oleh Allah SWT. Hukum daripada
mengadakan aqiqah yang telah disepakati oleh para ulama ialah sunnah muakad.
Hal itu berarti bagi yang mampu terutama secara materi akan lebih baik bila
mengadakan aqiqah.
Doa Aqiqah
Kemudia doa-doa apa saja yang kita baca saat pelaksanaan
aqiqah. Berikut ini beberapa doa yang bisa dibaca saat aqiqah mulai dari
menyembelih hewan, mencukur rambut bayi, dan meniup ubun-ubun bayi:
1. Doa Ketika Menyembelih Hewan
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ
مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ
“Bismillaahi wallaahu akbar [allahumma minka wa laka] allahumma taqabbal minnii hadzihi aqiiqah”
Artinya adalah dengan menyebut nama Allah yang Maha Besar. Ya Allah dari dan untuk-Mu. Ya Allah terimalah dari kami, inilah aqiqahnya …… (sebutkan nama bayi)
“Bismillaahi wallaahu akbar [allahumma minka wa laka] allahumma taqabbal minnii hadzihi aqiiqah”
Artinya adalah dengan menyebut nama Allah yang Maha Besar. Ya Allah dari dan untuk-Mu. Ya Allah terimalah dari kami, inilah aqiqahnya …… (sebutkan nama bayi)
2. Doa Ketika Mencukur Rambut Bayi
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ
النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
“Bismillahir rahmanir rahiim, alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, allahumma nuurus samaawaati wa nuurusy syamsi wal qamari, allahumma sirrallaahi nuurun nubuwwati rasuulullaahi shallallaahi ‘alaihi wasallama wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin”
Artinya adalah dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, ya Allah cahaya langit, matahari, dan bulan, ya Allah rahasia Allah, cahaya kenabian Rasulullah SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
“Bismillahir rahmanir rahiim, alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, allahumma nuurus samaawaati wa nuurusy syamsi wal qamari, allahumma sirrallaahi nuurun nubuwwati rasuulullaahi shallallaahi ‘alaihi wasallama wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin”
Artinya adalah dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, ya Allah cahaya langit, matahari, dan bulan, ya Allah rahasia Allah, cahaya kenabian Rasulullah SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
3. Doa Meniup Ubun-ubun Bayi setelah Cukur
اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيمِ
“Allahumma innii a’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithaanir rajiim”
Artinya adalah ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.
Demikianlah doa-doa aqiqah yang bisa dibaca saat mengadakan aqiqah untuk anak. Semoga penjelasan diatas bisa mendatangkan manfaat bagi kita semua.
“Allahumma innii a’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithaanir rajiim”
Artinya adalah ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.
Demikianlah doa-doa aqiqah yang bisa dibaca saat mengadakan aqiqah untuk anak. Semoga penjelasan diatas bisa mendatangkan manfaat bagi kita semua.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Tentang waktu pelaksanaan aqiqah disyariatkan pada hari
ketujuh dari kelahiran sang anak. Sebagaimana terdapat dalam hadits Rasulullah
yang diriwayatkan oleh lima ahli hadits seperti dikatakan oleh Samurah bin
Jundub dan dishahihkan oleh at Tirmidzi.
Haditsnya berarti, “tiap-tiap anak itu tergadai dengan
aqiqahnya yang disembelih sebagai tebusan pada hari yang ketijuh dan diberi
nama pada hari itu serta dicukur kepalanya.” Memang terdapat beberapa pendapat
mengenai waktu pelaksanaan aqiqah.
Mahzab Hambali mengemukakan bahwa pelaksanaan aqiqah boleh
dilakukan pada hari ke 14, 21, ata seterusnya dengan kelipatan tujuh. Diperbolehkan
ketika pada hari ke tujuuh dari kelahiran anak orang tuanya tidak atau belum
mampu mengadakan aqiqah.
Pendapat lainnya datang dari mahzab Syafi’i yang mengatakan
bahwa aqiqah tidak akan gugur atau hilang penundaannya sampai kegiatan aqiqah
dilaksanakan, meskipun oleh dirinya sendiri (mengaqiqahi diri sendiri).
Di Indonesia sendiri kedua pendapat tersebut masih
diperdebatkan. Ada yang menganggap hadits yang menjadi pegangan kedua pendapat
tersebut adalah hadits yang dhaif dikarenakan sanadnya terdapat orang yang
dinilai kurang memahami hadits atau bukan termasuk sahabat Rasulullah SAW.
Pelaksanaan aqiqah lebih baik mengacu pada hadits shahih
Rasulullah dan hukum yang telah disepakati oleh para ulama. Pelaksanaannya,
yaitu pada hari ketujuh setelah kelahiran si anak sedangkan hukumnya adalah
sunnah muakad.
Berhubung hukumnya adalah sunnah, jadi bila orang tua tidak
bisa mengaqiqahi anaknya dihari ke tujuh setelah kelahirannya maka tidak
apa-apa bila tidak dilakukan. Tidak perlu menunggu sampai mampu apalagi sampai
anak mengakikahi diri sendiri karena pelaksanaan aqiqah merupakan tanggung
jawab orang tuanya bila mampu.

0 Komentar